• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
108 dilihat       09 Juli 2026

Program Listrik Masuk Sawah Siap Sasar 93.340 Hektare Lahan PM AAS di Sulsel

Makassar, (9/7) – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) bergerak cepat memperkuat infrastruktur pendukung hilirisasi pangan. Langkah ini diwujudkan melalui Koordinasi dan Sinkronisasi Program Listrik Masuk Sawah (Electrifying Agriculture) guna menyokong implementasi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS).

Sinergi strategis ini ditargetkan mampu mengaliri energi listrik ke kawasan lahan pertanian modern di Sulawesi Selatan dengan total luas mencapai 93.340 hektare.

Hadirnya pasokan listrik yang stabil ke area persawahan menjadi kunci utama untuk mengoperasikan berbagai teknologi pertanian modern. Mulai dari pompa air elektrik, lampu perangkap hama, hingga mesin pengering (dryer) kini dapat bekerja lebih optimal, produktif, dan berkelanjutan.

Pangkas Biaya Operasional

Transisi dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke energi listrik terbukti membawa dampak ekonomi yang luar biasa bagi kantong para petani. Berdasarkan data pemanfaatan program Electrifying Agriculture di wilayah kerja PLN Sulselrabar, sekitar 4.280  petani dan peternak lokal dengan total daya 206.312 kVA telah merasakan langsung efisiensi biaya operasional yang sangat signifikan.

Sebelumnya, ribuan pelaku sektor agrikultur di wilayah tersebut harus mengeluarkan biaya tinggi untuk membeli solar demi menghidupkan mesin pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan) lainnya. Dengan beralih menggunakan listrik PLN, biaya energi harian dapat dipangkas, sehingga margin keuntungan bersih yang dibawa pulang oleh petani saat panen otomatis meningkat.

Akselerasi Pertanian Modern yang Berdaya Saing

Melalui sinkronisasi lahan PM AAS seluas 93.340 hektare ini, Kementan dan PLN memastikan bahwa penarikan jaringan listrik ke area persawahan akan dilakukan secara tepat sasaran. Modernisasi pertanian tidak hanya membutuhkan benih unggul dan mekanisasi, tetapi juga kesiapan energi yang murah serta ramah lingkungan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi stimulan besar bagi percepatan transformasi pertanian di Sulawesi Selatan. Dengan biaya produksi yang lebih murah dan teknologi yang semakin presisi, komoditas pangan asal Sulsel diproyeksikan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat, sekaligus memperkokoh provinsi ini sebagai pilar utama lumbung pangan di Wilayah Timur Nusantara.

Hadir dalam kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Program Listrik Masuk Sawah perwakilan Kementerian Pertanian, Tenaga Ahli Menteri Pertanian (TAM) bidang Teknologi Informasi Hermansyah, Kepala Balai Besar BRMP Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Agus Salim, Kepala BRMP Serealia Sarjoni, Direktur Polbangtan yang diwakili Wakil Direktur III Kisman Arsyad, serta Kepala BRMP Aneka Umbi Suwarni Sumardy.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Reporter: Rahmi Yuliani Arvan. Informasi terkait realisasi program Electrifying Agriculture silakan membaca artikel IDN Times Sulsel berjudul "4.280 Petani-Peternak Sulselrabar Pangkas Biaya Berkat Electrifying Agriculture PLN"

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Bagaimana Peran Roguing dan Detasseling dalam Produksi Benih Jagung?
    20 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Poktan Harapan Baru dan BRMP Serealia Buktikan PM AAS Tumbuh Subur di Maros
    17 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Panduan Lengkap Budi Daya Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS)
    12 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Baskoro, Petani Muda asal Boyolali yang Raup Cuan dari Bertani Jagung
    11 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Pangkep Siapkan 12.000 Hektare Sawah Adopsi Pertanian Modern
    10 Jul 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Listrik Masuk Sawah PM AAS Pertanian Modern

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved